Apa itu EKONOMI MONETER?

Pengertian, tujuan, jenis, serta penerapan EKONOMI MONETER

A. Pengertian EKONOMI MONETER

Ekonomi moneter dapat diberi definisi, bagian dari ilmu ekonomi khususnya makro ekonomi yang khusus mempelajari bagaimana peranan atau pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi secara menyeluruh.

Persoalan pokok dalam studi ekonomi moneter adalah berkenaan dengan jumlah uang yang beredar, kredit dan bank dipandang dari sudut pergaulan hidup  (sudut umum/masyarakat bukan hanya pemerintah saja). 

Ekonomi moneter menekankan pada bagaimana jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat (bukan hanya uang milik negara saja) berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi negara secara menyeluruh. 
Dewasa ini jumlah uang yang beredar terdiri dari uang kertas dan alat-alat likuit yang lain terutama demand deposit money (uang giral). Jadi uang yang beredar adalah yang dicetak oleh bank sentral dan bank umum. Agar supaya jumlah uang yang beredar sesuai dengan perkembangan ekonomi maka harus diatur, dan dalam mengaturnya diperlukan kebijakan moneter.

Ekonomi moneter mencakup beberapa hal, diantaranya :
1. Peranan dan fungsi uang dalam perekonomian
2. Sistem moneter dan pengaruhnya terhadap jumlah uang yang beredar dan kredit
3. Struktur dan fungsi bank sentral
4. Pengaruh jumlah uang yang beredar dan kredit terhadap kegiatan ekonomi

B. Tujuan EKONOMI MONETER

Bank Indonesia mem​iliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang sebagaimana diubah melalui UU No. 3 Tahun 2004 dan UU No. 6 Tahun 2009 pada pasal 7. Kestabilan Rupiah yang dimaksud mempunyai dua dimensi. Dimensi pertama kestabilan nilai Rupiah adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin dari perkembangan laju inflasi. Sementara itu, dimensi kedua terkait dengan kestabilan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang negara lain. Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang (free floating). Namun, peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan.

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia sejak 1 Juli 2005 menerapkan kerangka kebijakan moneter Inflation Targeting Framework (ITF). Kerangka kebijakan tersebut dipandang sesuai dengan mandat dan aspek kelembagaan yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Dalam kerangka ini, inflasi merupakan sasaran yang diutamakan (overriding objective). Bank Indonesia terus melakukan berbagai penyempurnaan kerangka kebijakan moneter, sesuai dengan perubahan dinamika dan tantangan perekonomian yang terjadi, guna memperkuat efektivitasnya.

Secara garis besar, tujuan ekonomi moneter dalam proses pengambilan kebijakan suatu negara adalah menjaga kestabilan ekonomi yang ditandai dengan pertumbuhan geliat usaha yang terus meningkat dan meningkatnya kesempatan kerja. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut :

1. Menjaga stabilitas ekonomi

Stabilitas ekonomi akan tercapai apabila keadaan perekonomian berjalan sesuai harapan, terkendali dan berkesinambungan. Artinya pertumbuhan jumlah uang yang beredar seimbang dengan pertumbuhan barang dan jasa yang tersedia.

2. Menjaga stabilitas harga

Interaksi jumlah uang yang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan harga. Fluktuasi harga yang naik dan turun dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila harga cenderung menunjukkan tren meningkat secara terus menerus maka masyarakat akan membelanjakan semua uangnya sehingga mengakibatkan terjadinya inflasi. Hal ini yang seharusnya dapat dihindari.

3. Meningkatkan kesempatan kerja

Jika jumlah uang yang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa, maka perekonomian dikatakan stabil. Dalam keadaan ekonomi stabil akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya yang memungkinkan adanya perluasan usaha yang berimbas kepada terbukanya lapangan pekerjaan yang baru. Sehingga kesempatan kerja bagi masyarakat akan meningkat.

4. Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran

Kebijakan moneter dapat memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Apabila negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing, harga barang ekspor menjadi lebih murah, sehingga memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah ekspor. Peningkatan jumlah ekspor akan memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

5. Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran

Ekonomi moneter mengatur arus jalannya jumlah uang yang beredar di masyarakat, sehingga secara otomatis membantu peredaran mata uang sebagai medium of exchange.

6. Mempengaruhi likuiditas

Kebijakan moneter merupakan upaya mencapai tingkat pertumbuhan yang tinggi dengan tetap mempertahankan stabilitas harga. Pengendalian moneter yang baik juga mempengaruhi distribusi likuiditas terhadap pelaku-pelaku perekonomian, sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

7. Mempengaruhi sumber pendapatan

Melalui kebijakan ekonomi moneter, pemerintah dapat menaikkan rasio cadangan kas minimum sehingga sumber pendapatan yang tidak optimal dapat tertutupi. Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal.

C. Jenis-jenis EKONOMI MONETER

Kebijakan moneter digunakan pemerintah untuk memecahkan masalah dan 
menstabilkan perekonomian. Kebijakan moneter dibagi menjadi:

1. Kebijakan Moneter Ekspansi

Kebijakan ini bisa disebut juga kebijakan longgar, pemerintah menggunakan 
kebijakan ini untuk meningkatkan atau menambah jumlah uang yang beredar. 
Pemerintah menggunakan kebijakan ini biasanya saat terjadi depresi ekonomi dan
Deflasi (kenaikan nilai mata uang). Alasan terjadinya depresi ekonomi dan Deflasi ini 
karna meningkatnya angka pengagguran, meningkatnya permintaan masyarakat akan suatu barang. Saat terjadinya hal ini pemerintah akan mengambil kebijakan ini untuk menstabilkan ekonomi agar perekonomian tetap terjaga.

Kebijakan moneter ekspansif bisa dijalankan dengan melaksanakan instrumen kebijakan politik, antara lain:

a.) Kebijakan Operasi Pasar Terbuka
Kebijakan ini dilakukan dengan cara mengendalikan uang yang beredar dengan melakukan jual beli surat berharga pemerintah. Surat berharga itu diantaranya Surat berharga pasar uang dan Sertifikat Bank Indonesia. Jika ingin mengurangi jumlah uang yang beredar pemerintah akan menjual surat berharga itu kepada masyarakat sedangkan saat pemerintah ingin meningkatkan jumlah uang yg beredar maka yang dilakukan pemerintah adalah membeli surat berharga pemerintah.

b.) Kebijakan diskonto
Meningkatkan jumlah bunga bank sentral pada bank umum untuk mengendalikan jumlah uang. Biasanya bank umum mengalami kekurangan uang tunai, langkah yang harus dilakukan harus meminjam kepada bank sentral. Untuk menambah atau meningkatkan jumlah uang yang beredar, pemerintah akan menurunkan tingkat suku bunga bank sentral karna menurunnya suku bunga ini banyak orang yang berminat dan akan meminjam ke bank. Dan juga bisa 
meningkatkan bunga agar uang yang beredar kurang bertujuan mengurangi minat masyarakat untuk meminjam ke bank.

c.) Rasio Cadangan Wajib
Rasio cadangan wajib memiliki arti pemerintah akan mengatur dan menetapkan dana cadangan yang dimana dana cadangan itu di simpan kepada pemerintah dan dipenuhi oleh bank umum dalam memberikan kredit kepada masyarakat. Saat pemerintah akan menurunkan harga yang dilakukan adalah menaikkan rasio, begitu sebaliknya pemerintah akan menaikkan harga dengan cara menurunkan rasio.

d.) Kebijakan Kredit Selektif
Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga atau mengetatkan jumlah uang yang beredar agar tidak terjadinya hal hal yang berlebihan dan merugikan perekonomian di Indonesia. Pemerintah disini akan menjadi penentu diberikan atau tidaknya kredit tersebut. Saat pemerintah akan menambah atau menaikkan jumlah uang yang beredar maka yang dilakukan adalah melonggarkan kredit yang diberikan. Dan begitu juga sebaliknya saat pemerintah akan menurunkan jumlah uang yang beredar maka pemerintah akan menjalankan kredit selektif ini yaitu mengetatkan jumlah uang yang beredar.

e.) Kebijakan Himbauan Moral
Tujuan dibuatnya kebijakan ini untuk mengatur dan menjalakan kebijakan moneter dengan menghimbau para pelaku ekonomi dalam hal membayar kredit dan juga simpan pinjam dan apapun yang berhubungan dengan bank. Dan juga kebijakan ini menghimbau kepada bank supaya meminjam uang lebih kepada bank sentral supaya memperbanyak julah uang yang beredar di perekonomian Indonesia.

f.) Politik Saneering
Dalam undang undang No.3 pasal 7 tahun 2004 tentang Bank Indonesia memiliki tujuan yaitu menjaga dan memelihara keuangan negara agar stabil. Dan yang dimaksud politik saneering ini adalah bank sentral yang bertugas memotong uang. Alasan ini diberlakukan adalah untuk menyehatkan kembali uang yang jatuh.

g.) Devaluasi
Kebijakan ini dilakukan bank sentral untuk menurunkan nilai uang rupiah terhadap mata uang asing yang naik.

h.) Revaluasi
Dan ini sebaliknya kebijakan ini dilakukan bank sentral untuk menaikkan nilai uang rupiah terhadap mata uang asing.

2. Kebijakan Moneter Kontraktif

Kebijakan ini diberlakukan atau memiliki arti mengurangi jumlah uang yang beredar. Alasan kenapa diberlakukan kebijakan kontraktif ini bisa karena terjadinya Inflasi. 

Kebijakan ini bisa disebut kebijakan uang ketat. Bermaksud untuk menjaga keuangan agar tetap stabil. Kebijakan suku bunga naik atau turunnya bisa dilihat dari permintaan masyarakat. Dari sana Bank Indonesia selaku bank sentral akan mencetak uang tapi sesuai permintaan dari masyarakat dari situ bisa tercapainya target dari Bank Indonesia.

Kesimpulan yang bisa diambil yaitu semakin banyak pendapatan dari masyarakat maka permintaan uang masyarakat akan meningkat.

Penerapan EKONOMI MONETER

Contoh implementasi ekonomi moneter yang mudah dilihat saat ini adalah ketika inflasi berlangsung di suatu negara. Dalam keadaan genting, pemerintah bisa meminta Bank Sentral atau Bank Indonesia untuk menambah cadangan kas yang dibutuhkan. Salah satu caranya dengan membatasi jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Contoh ekonomi moneter ini akan berbeda ketika pemerintah menambah jumlah uang yang beredar. Biasanya, difungsikan agar dapat menurunkan cadangan kas negara.
Kenapa cadangan kas negara harus diturunkan? Karena, pemerintah ingin agar lebih banyak masyarakat yang meminjam uang di bank agar daya beli meningkat dan memulihkan ekonomi moneter.

Sedangkan, jika pemerintah ingin cadangan kas bertambah, biasanya bank meminta masyarakat agar berbondong-bondong menyimpan uang di bank secara lebih aman dan menurunkan jumlah uang yang beredar.



Sumber :
1. https://digilib.uns.ac.id
2. https://www.academia.edu/17313444/EKONOMI_MONETER
3. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/default.aspx
4. https://dosenekonomi-com.cdn.ampproject.org
5. https://eprints.umsida.ac.id
6. https://www.harmony.co.id


~selamat belajar~

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembaga Keuangan

TEORI-TEORI EKONOMI MONETER

Pasar Uang di Indonesia